Mitos-mitos Seputar Fitnes yang Menyesatkan
July 25, 2009 by Tim Dunia Fitnes
Filed under Articles, Featured

You think you know it, but you have no idea. Anda pikir sudah tahu banyak soal fitnes? Jangan-jangan yang Anda tahu hanya mitos saja? Atau justru banyak yang Anda tidak tahu? Cek dulu kebenaran mitos-mitos yang sering Anda dengar selama ini.
Mitos 1: No pain, no gain
Berlatih tidak harus menyakitkan untuk berhasil. Bahkan faktanya jika latihan menyakitkan tubuh, mungkin ada yang salah dengan metode latihan Anda. Rasa sakit dan nyeri pada pemula memang wajar, tetapi jika berkelanjutan maka artinya Anda berlatih terlalu keras. Rasa sakit pada otot yang terjadi lebih dari 48 jam setelah berlatih adalah peradangan dan kerusakan pada jaringan elastis yang mengelilingi serat otot. Beri waktu otot untuk beradaptasi dan jangan berlatih terlalu banyak dalam waktu yang terlalu singkat atau Anda akan lebih beresiko cedera otot. Train smarter not harder!
Mitos 2: Terlalu banyak keringat ketika berlatih artinya tidak sehat
Keluarnya keringat ketika berlatih adalah pertanda bahwa tubuh telah beradaptasi dengan cepat untuk melepaskan panas dari tubuh. Pada saat yang sama, kelenjar keringat meningkatkan jumlah keringat di tubuh. Orang-orang yang aktif memproduksi keringat dalam jumlah yang lebih banyak daripada orang-orang yang pasif dan jarang berolahraga karena mereka yang aktif mempunyai sistem pendingin tubuh alami yang lebih efisien.
Mitos 3: Jika berhenti berlatih, maka otot akan berubah menjadi lemak
Lemak dan otot adalah dua jaringan yang berbeda. Lemak tidak akan bisa berubah menjadi otot dan begitu juga sebaliknya. Faktanya adalah, otot akan menyusut ketika Anda tidak berlatih, sementara Anda terus makan dengan porsi seperti pada saat latihan walaupun Anda sudah tidak berlatih. Hasilnya adalah kalori yang Anda makan lebih banyak dari yang dibutuhkan tubuh, sehingga tubuh akan menyimpannya sebagai lemak.
Mitos 4: Jika sudah berlatih, boleh makan apa saja
Jika Anda ingin menebus pola makan yang amburadul dengan berlatih, maka Anda akan kecewa. Walaupun hal tersebut masih lebih baik daripada makan bebas dan tidak pernah berolahraga, tetapi melakukan olahraga tanpa pengaturan pola makan yang baik berarti Anda tidak akan mendapatkan hasil maksimal dari olahraga atau latihan yang Anda jalankan.
Mitos 5: Jika tidak berlatih keras dan sering, hanya buang-buang waktu
Hal itu tidak benar. Bahkan aktifitas berintensitas sedang seperti misalnya jalan kaki, jogging atau bersepeda beberapa kali dalam seminggu akan memberi Anda manfaat yang sangat besar. Berjalan sekitar 30 menit setiap hari akan sangat menyehatkan jantung Anda.
Mitos 6: Berlatih dapat menyembuhkan segala macam penyakit
Walaupun berlatih dapat meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup Anda, namun tidak berarti berlatih akan menyembuhkan segala penyakit Anda. Malah setiap orang yang akan berlatih disarankan berkonsultasi terlebih dahulu dengan ahlinya untuk meminimalkan resiko cedera. Olahraga fisik secara reguler dapat membantu meningkatkan kesehatan dan mengurangi hingga mencegah resiko berbagai penyakit mulai jantung, diabetes, penyakit sendi dan lain-lain. Lebih baik mencegah daripada mengobati bukan?
Mitos 7: Latihan angkat beban akan membuat badan cewek berkembang dan berotot
Banyak wanita menghindari latihan angkat beban dengan alasan tersebut. Padahal kenyatannya, justru latihan angkat beban merupakan cara terbaik dan tercepat untuk membantu proses fat loss dan mengencangkan otot. Jumlah kandungan hormon pria dan wanita juga sangat berbeda. Wanita hanya memiliki sejumlah kecil hormon testosteron sehingga tidak akan mudah berotot seperti kaum pria.
Mitos 8: Semakin banyak berlatih, semakin baik
Terlalu banyak berlatih hanya akan mengakibatkan satu hal pasti, yaitu overtraining. Kondisi overtraining dapat menyebabkan cedera, depresi dan mendatangkan penyakit (tingginya pelepasan radikal bebas). Sebaiknya Anda harus dapat menyeimbangkan antara latihan dan istirahat karena justru pada saat beristirahatlah massa otot Anda akan tumbuh.
Related posts:





Salam..
Langsung aja deh..
Aku coba ikut latihan di gym beberapa bulan yang lalu, memang ada perubahan pada otot di tubuh saya, cuma yang menjadi kendala adalah perkembangan otot Saya di sertai dengan Pecah kulit (strechmark).
mohon solusi untuk menghilangkan strechmark ini, karena semakin besar otot maka semakin banyak pula garis-garis strechmark nya.
makasih.
@asep: maaf sekali untuk stretchmark silahkan dikonsultasikan ke dokter kulit
Permisi mau nanya nih
saya pernah lihat artikel disalah satu website yang mengatakan bahwa tidak baik melatih otot yang berlawanan di saat yang bersamaan, seperti melatih otot trisep dan bisep berbarengan bener gak sih ???
sorry newbie
@christiaan: teknik itu disebut back to back, merupakan salah satu advanced technique dalam fitness untuk memecah kebuntuan / kejenuhan dalam latihan. teknik ini bagus karena saat melatih otot depan, maka otot belakang rest, dari situ secara pompa darah juga lebih optimal, maksudnya adalah otot mendapatkan pasokan oksigen lebih bagus dengan teknik ini.
karena teknik ini untuk memecah kejenuhan maka tidak diset up utk dipake terus2an, hanya sekali waktu aja, terus kembali ke teknik reguler.
apakah jika sering lari2 sprit bisa membuat dada menjadi jelek???
@don: lari sprint akan bakar otot, kl otot kemakan, bukan dada aja yang jelek, semuanya bisa drop.
apakah benar ada mitos bila melakukan fitness di usia muda akan menghambat pertumbuhan tulang?
saya masih 17 tahun,, tapi ingin membentuk badan sejak dini
@rifqi: asal tidak terlalu berat tidak masalah, berat beban jangan terlalu extreme
mas tanya lagi, aku baca artikel yg ini “Mitos 1: No pain, no gain” kalo ada yang bilang apa bila kita habis latihan dan badan kita ngeras sakit smua nya kata nya bararti latihan kita mengena dan apabila tidak merasakan sakit uthowo orang jawa bilang njarem itu latihan kita ga’ mengena.. bener ga’ sih itu smua?
@tentangfitness: sesuai dengan judulnya, itu mitos, jadi ‘njarem’ itu tidak perlu terjadi tiap kali kita latihan, kita bisa stimulasi otot kita tanpa menyakitinya, yang penting gerakannya betul dulu, yang terjadi saat kita latihan itu emang merusak otot kita, kmudian kita rest dan take meal n suplemen utk recover sehingga bisa berkembang lebih kuat n besar. Kl tiap latihan kita kena sakit terus, itu perlu cek apa yang terjadi pada proses latihannya.
mas sebenere kalo ketika mengangkat beban sambil tutup mata boleh tidak se, karna isunya dapat menyebapkan kbutaan, apa hal itu benar..?
@ahmad: kl menyebabkan kebutaan tidak, hanya saja kl tutup mata kan ga bisa melihat apakah gerakannya benar atau salah, makanya disarankan buka mata. jadi emang sebaiknya buka mata saat latihan beban ya.
apakah benar ada mitos bila melakukan fitness di usia muda akan menghambat pertumbuhan tulang?
saya masih 15 tahun,, tapi ingin membentuk badan sejak dini
@sonderan: apabila usia anda masih 15thn, silakan latihan beban dengan intensitas medium ( 15-20reps), apabila terlalu berat, tubuh akan mengeluarkan hormon tertentu yang akan ‘memberitahu’ tulang agar lebih cepat mengeras sehingga pertumbuhan bisa lebih pelan.